foto keluarga
Rabu, 05 Februari 2014
Rabu, 29 Januari 2014
ISTIQOMAH
KEUTAMAAN ISTIQOMAH (KH. Abdullah Gymnastiar) |
Kajian kita kali ini adalah sama-sama ikhtiar meraih kemuliaan di sisi Allah dengan istiqomah. Sebuah sunatullah bahwa istiqomah adalah kekuatan, istiqomah itu mengundang karomah, kemuliaan para kekasih Allah, ciri khasnya ada dua: 1. Yakin. Orang yang istiqomah itu haqqul yakiin, Allah akan menurunkan malaikat yang buahnya adalah derajat kekasih Allah dalam situasi apapun, sekalipun jiwa taruhannya, dia tenang. Tenang ini tidak bisa diminta dari orang, tidak bisa dibeli. Tenang itu milik Allah. “Huwalladzi andzala sakiinah fii qulubil mu’miniin,” Dialah Allah yang menurunkan sakinah di hati orang yang beriman. Orang yang dikaruniai ketenangan, jernih dalam segala kondisi itulah Rasulullah, para sahabat, para ulama yang benar-benar pecinta Allah. Orang yang istiqomah akan tidak ada takutnya dan tidak sedih dengan dunia berikut isinya. 2. Mendapat Keutamaan, seperti dalam QS Fusilat ayat 30: “Sesungguhnya orang- orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah’ dan mereka istiqomah pada pendirian mereka maka para malaikat akan turun kepada mereka dan mengatakan jangan merasa takut dan jangan kamu merasa sedih, bergembiralah kamu memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” “Sesungguhnya orang yang mengatakan, 'Tuhan kami adalah Allah', kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Merekalah orang-orang yang mewarisi surga, kekal didalamnya sebagai balasan apa yang sudah dilakukan.” (QS Al- Ahqof: 13-14) Dalam salah satu hadits, salah satu sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya, Rasul ajarkan kepadaku agama Islam, ucapan yang mencakup seluruhnya sehingga aku tidak bertanya lagi kepadamu sesudah ini.” Beliau menjawab, “Yakinlah kepada Allah dan istiqomah.” (HR. Muslim) Kalau orang sudah dapat keyakinan kepada Allah kemudian dia istiqomah dalam keyakinannya, istiqomah dalam amalnya, istiqomah dalam keikhlasannya, dapatlah dunia berikut isinya. Insya Allah derajatnya bisa mencapai derajat kekasih Allah. Cara Agar Tetap Istiqomah 1. Menjiwai syahadat, Ashadu an laa illaha illAllah wa ashadu anna Muhammadarrosululloh. Syahadat yang bagus adalah hatinya benar-benar tidak menuhankan apapun selain Allah. Kalau sudah bulat hati ke Allah, maka mahluk, harta, kedudukan duniawi, popularitas tidak jadi sandaran. Makanya, setiap orang yang hatinya masih menganggap ada selain Allah yang bisa memberi nikmat, memberi karunia, memberikan manfaat maka amalnya ditujukan untuk sesuatu, ini sulit untuk istiqomah, karena sesuatunya itu akan berhenti juga, bisa berhenti memperhatikan, bisa berhenti memberi, dan sebagainya. Berkahnya orang istiqomah itu dicintai Allah, selain dijaga malaikat dicintai Allah. Orang yang istiqomah itu kalaupun suatu saat Allah menahannya dari beramal, pahalanya insya Allah dapat. Misalnya kita istiqomah sholat jama’ah, lalu Allah menakdirkan sakit atau hujan lebat, itu pahalanya tetap dapat. Atau kita istiqomah tiap malam tahajud, suatu saat Allah memberikan tidur yang pulas karena capek habis belajar, habis kerja, itu tetap dapat pahala tahajud. 2. Pelajari ibadah yang paling membuat kita nyaman dan memahami ilmunya dengan baik. Ada orang yang mampu menghapal Al Quran dengan baik, ada orang yang bagus tahajudnya, ada yang bagus shaum Senin-Kamis atau shaum Daud-nya kuat, ada yang bagus wiridnya, ada yang bagus sedekahnya. Lakukan ibadah secara bertahap saja karena Allah juga sudah tahu persis keterbatasan kita, yang penting kualitasnya terjaga. 3. Pelajari dalil (ibadahnya) dengan baik dan amalkan, mencontoh Rasulullah yang saat mau tidur membaca doa, baca ayat Kursi, surat Al- Fatihah, Al- Ikhlas, Al- Falaq, An- Nas, lalu usap ke wajah. Gunanya melakukan itupun untuk keselamatan diri. Atau menjaga wudhu. Ini amalan para kekasih Allah, selalu menjaga diri suci. Siapa tahu nanti waktu sholat masuk kita tidak dapat air, kalau dalam keadaan wudhu kan lebih mudah. 4. Sering membaca kisah orang-orang soleh yang inspiratif, kisah para sahabat, ulama atau orang- orang yang memang memiliki ketenangan. Seperti Sayid Qutub yang menjelang wafat, sikapnya tetap tenang, jernih, wajahnya jernih walaupun dipukul, dicabuk, hanya menyebut nama Allah ketika mau diseret ke tiang gantungan. 5. Tidak bosan bertaubat. Dengan taubat, nanti hati makin bening, makin adem, makin ajeg, makin banyak yang bisa kita lihat dalam hidup ini. Kalau taubatnya bagus, rezeki nanti kelihatan, jalan keluar juga kelihatan. Persoalan pasti banyak, tapi jangan takut. Tidak ada yang harus kita takuti dengan persoalan kita, orang yang gelisah tuh pasti sebanding dengan tingkat kecintaannya kepada duniawi. |
Selasa, 28 Januari 2014
MENANGGAPI MUSIBAH
HIKMAH DI BALIK MUSIBAH
Agustus 20, 2013
Dr. Fathul Bari Mat JahyaFirman ALLAH, “Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan Dia pasti mengetahui orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 3)
Imam Ibnu Katsir rh. menjelaskan dalam tafsirnya: “(Agar dibezakan) orang yang benar dalam pengakuannya dari orang yang dusta dalam ucapan dan pengakuannya. Sedangkan Allah SWT Maha Mengetahui apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi. Allah juga mengetahui cara terjadi sesuatu bila hal itu terjadi. Hal ini adalah ijma’ para imam Ahlus Sunnah wal Jamaah.”
Antara bentuk ujian yang dihadapi manusia adalah seperti firman Allah, “Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar iaitu yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kita milik ALLAH dan kepadaNYA kita dikembalikan).” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah yang mendapat petunjuk.” (Al-BAqarah: 155-158)
Ayat ini menjelaskan bahawa orang yang sabar ketika ditimpa musibah mendapat tiga keutamaan sekaligus; selawat Allah, rahmat dan petunjukNya. Allah SWT tidak pernah mengumpulkan tiga keutamaan sekaligus dalam satu ayat kecuali dalam ayat ini iaitu keutamaan bagi orang yang sabar ketika mendapat musibah. Makna selawat Allah kepada orang yang sabar ketika mendapat musibah adalah: Allah memuji orang tersebut di hadapan para malaikatNya yang suci, hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Abu Al-‘Aliyah Al-Rayyahi rhm. (Syarh Al-Mumti’, Ibnu Al-Utsaimin)
Orang beriman percaya bahawa semua takdir ALLAH itu baik dan ada hikmahnya, kerana Allah tidak menjadikan sesuatu sia-sia. Mereka mengharap pahala darinya dan hanya orang yang sabar dicukupkan pahala tanpa batas, iaitu orang yang sabar semata-mata kerana Allah, bukan kerana terpaksa. Ini kerana sabar yang diganjari pahala adalah sabar di awal musibah.
Rasulullah SAW pernah melewati di sebelah seorang wanita yang menangisi kematian anaknya. Baginda berkata kepadanya, “Takutlah kepada Allah dan bersabarlah.” Wanita itu berkata, “Engkau tidak rasa musibah yang aku alami.” Ketika Rasulullah SAW berlalu dari situ ada sahabat berkata kepada wanita itu bahawa orang yang menasihati tadi adalah Rasulullah SAW. Alangkah terkejutnya wanita itu, dia segera pergi ke rumah Rasulullah SAW dan berdiri pintunya. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, tadi aku tidak mengenalmu. Sekarang aku sabar.” Rasulullah SAW bersabda, “Sabar itu di awal musibah.” (Bukhari dan Muslim)
Rabu, 08 Januari 2014
Jumat, 13 Desember 2013
KELUARGA KECILQ SURGA DI DUNIA
Indahnya karuniaMu YA ALLOH.
Telah memberi nikmat yang begitu luar biasa indahnya. tak bisa q berkata-kata lagi untuk memujiMU.
Memuji kebesaranMU maha segala dari segala yang adadi alam semesta ini.engkau telah berikan q puti mungil yang ku beri nama AULIA AZ-ZAHRA.sungguh indah kehadiranya YA ALLOH.
Dan q telah di beri istri yang membuatq tegar disaat q mengalami masa sulit dialah ARINA HIDAYATI.
sungguh ini karuniaMU serasa SURGA DI DUNIA
Rabu, 11 Desember 2013
Langganan:
Komentar (Atom)


